Sabtu, 18 Mei 2013

Tumbuh Itu ke Atas Bukan ke Samping (Pembangunan berwawasan Lingkungan )

Ini salah satu naskah essay saya pada lomba "Pertanian dan Perekonomian " di BEM FE UNS 2012


Fakta 

Menjadi Negara maju memanglah impian setiap Negara di dunia.. Indonesia yang mayoritas masyarakatnya bertumpu pada faktor pertanian seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi. Faktor pertanian memang memiliki peranan yang strategis dalam struktur pembangunan nasional. Program – program pemerintah yang tidak terarahkan tujuannya bahkan semakin menjerumuskan faktor ini.  Namun pada faktor ini banyak menampung luapan tenaga kerja . Hal yang terlupakan dari pemerintah kepada para petani adalah jika lahan sudah habis untuk faktor industri kemanakah mereka akan menghidupi keluarganya ? 
Petanahan, Kebumen

 Banyak petani desa yang menjadi seorang TKI dan atau TKW dan berkebun di negeri orang, karena alasan mereka bahwa tidak ada harapan lagi bertumpu pada bidang pertanian di negeri sendiri. Apakah hal ini harus kita biarkan? Tentunya tidak, hal ini merupakan salah satu kemunduran bila kita biarkan di bidang pertanian. Bagaimana usaha pemerintah seharusnya? Pemerintah seharusnya melalui menteri pertanian memberikan sebuah harapan baru bagi petani. Salah satunya dengan modal dan lahan yang baik bagi petani agar mereka dapat berkebun dengan luas lahan yang diharapkan dan membeli bibit unggulan untuk ditanam demi kesediaan pangan di Indonesia.  
Selain itu,menurut Food Argiculture Organization (FAO), saat ini ada 37 negara di dunia yang mengalami krisis pangan termasuk Indonesia. Di Indonesia sebelum krisis sudah ada 5 juta balita yang kurang gizi atau busung lapar dan beberapa korban sudah mati kelaparan. Jika tidak diantisipasi jumlah korban akan bertambah besar (Nizaminz, 2008).
Ditambah lagi Indonesia setiap tahun mengimpor beras hingga dua juta ton setiap tahun. Selain mengimpor beras, Indonesia masih harus mengimpor kedelai 0,8 juta ton, gandum 4,5 juta ton, dan jagung 1 juta ton. Ketergantungan terhadap bahan pangan impor ini akan menyebabkan ketahanan pangan Indonesia rapuh (Sumarno, 1996).
            Pertanian adalah harapan ekonomi rakyat Indonesia. Pemerintah pusat seharusnya dapat memetakan dengan baik wilayah Indonesia jangan hanya terpusat dalam satu faktor tujuan utama yaitu setiap wilayah di Indonesia dijadikan wilayah strategis untuk bidang industri. Tetapi, pemerintah seharusnya mampu menentukan wilayah hijau untuk perluasan daerah pertanian dan wilayah untuk faktor industri artinya semuanya harus berimbang (balance). Selain itu,  tidak sedikit pula para kepala daerah menggandeng para investor untuk menanamkan modal ke daerah di hamparan lahan pertanian yang produktif . Mereka hanya mempertimbangkan faktor industri dari pada pertanian.  Bagaimanakah reaksi petani kita? Kebanyakan petani tergiur dengan penawaran harga lahan yang tinggi dengan alasan  untuk  bekal hidup para petani dan bahkan untuk pergi haji sekali dan langsung habis. Banyak yang belum mengetahui bahwa sebenarnya faktor pertanian merupakan salah satu tiang kesetabilan  bagi ekonomi di Indonesia. Ketika terjadi kriris global kita dapat bertahan dengan swasembada beras dan ekonomi kita terjaga.
Indonesia Negara kaya dan luas tetapi prioritas utamanya pembangunan mal – mal yang menjulang tinggi. (Anggun C sasmi, Duta pangan PBB)  
            Yang menjadi pertanyaan kita, bila lahan pertanian kita terus berkurang setiap tahunnya apa yang menjadi kekuatan ekonomi kita bila datang kriris ekonomi di masa depan? Itulah yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan kita. Lahan merupakan hal yang di perlukan bagi petani untuk bercocok tanam. Itu adalah salah satu hal yang penting dan perlu diingat oleh seluruh pembuat kebijakan bahwa luas lahan pertanian  semakin dipersempit mengakibatkan  banyak pengangguran di negeri ini. 

Tumbuh Itu Keatas Bukan Kesamping

            Hal yang baik dilakukan untuk sebuah proyek pemerintah maupun asing adalah pemerintah seharusnya mampu mengatur dan menempatkan berdirinya perusahaan atau   pabrik bukan di tempat lahan yang produktif tetapi lahan yang sudah nonaktif atau tidak bisa ditanami. Selain memperhatikan faktor itu pemerintah juga harus memperhatikan hasil industri atau produksinya berwawasan lingkungan atau tidak. Ekonomi yang baik adalah dimana antara kegiatan ekonomi dan lingkungan terjaga baik. Jangan hanya faktor ekonominya yang meningkat tetapi lahan di sekitarnya menjadi tidak produktif lagi dikarenakan limbah atau zat kimia dan sebagainya..  
Berangkat dari kondisi tersebut perlu disusun sebuah kerangka dasar pembangunan pertanian yang kokoh dan tangguh, artinya pembangunan yang dilakukan harus didukung oleh segenap komponen secara dinamis, ulet, dan mampu mengoptimalkan sumberdaya, modal,tenaga, serta tekhnologi sekaligus mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pertanian harus berdasarkan asas ‘keberlanjutan’ yakni mencakup aspek ekologis, social dan ekonomi (Wibowo,2004).
Konsep pertanian yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan perencanaan wilayah yang berbasiskan sumberdaya alam yang ada di suatu wilayah tertentu. Konsep perencanaan mempunyai arti penting dalam pembangunan nasional karena perencanaan merupakan suatu proses persiapan secara sistematis dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam usaha pencapaian suatu tujuan tertentu. Perencanaan pembangunan yang mencakup siapa dan bagaimana cara untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi dan potensi sumberdaya yang dimiliki agar pelaksanaan pembangunan tersebut dapat berjalan lebih efektif dan efesien.
Selain itu ,pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. Disamping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat.
Dewasa ini dan dimasa yang akan datang,orientasi sektor telah berubah kepada orientasi pasar. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang semakin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap , maka motor penggerak sektor agribisnis harus berubah dari usaha tani modern dan berdaya saing, agroindustri menjadi penentu kegiatan pada subsistem usahatani dan selanjutnya akan menentukan subsistem agribisnis hulu.
Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) terkait strategi pembangunan pertanian di Indonesia, yaitu sebagai berikut:
  1. Optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan.
  2. Regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh undang-undang. 
  3. Penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian/pedesaan, dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK.
  4. Indonesia harus mampu keluar dari WTO dan segala bentuk perdagangan bebas dunia pada tahun 2014.
  5. Perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan lokal serta pemanfaatan secara maksimal hasil-hasil penelitian ilmuwan lokal.
  6. Mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
  7. Peningkatan mutu dan kesejahteraan penyuluh pertanian.
  8. Membuat dan memberlakukan Undang-Undang perlindungan atas Hak Asasi Petani.
  9. Memposisikan pejabat dan petugas di setiap instansi maupun institusi pertanian dan perkebunan sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.
  10. Mewujudkan segera reforma agraria.
  11. Perimbangan muatan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian serta penyusunan konsep jam tayang khusus untuk publikasi dunia pertanian di seluruh media massa yang ada.
  12. Bimbingan lanjutan bagi lulusan bidang pertanian yang terintegrasi melalui penumbuhan wirausahawan dalam bidang pertanian (inkubator bisnis) berupa pelatihan dan pemagangan (retoling) yang berorientasi life skill, entrepreneurial skill dan kemandirian berusaha, program pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda melalui kegiatan magang ke negara-negara dimana sektor pertaniannya telah berkembang maju, peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi pertanian, pengembangan program studi bidang pertanian yang mampu menarik generasi muda, serta program-program lain yang bertujuan untuk menggali potensi, minat, dan bakat generasi muda di bidang pertanian serta melahirkan generasi muda yang mempunyai sikap ilmiah, professional, kreatif, dan kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan pertanian Indonesia, seperti olimpiade pertanian, gerakan cinta pertanian pada anak, agriyouth camp, dan lain-lain.
  13. Membrantas mafia-mafia pertanian. 
  14. Melibatkan mahasiswa dalam program pembangunan pertanian melalui pelaksanaan bimbingan massal pertanian, peningkatan daya saing mahasiswa dalam kewirausahaan serta dana pendampingan untuk program–program kemahasiswaan.
Selain itu, khususnya dinegara-negara berkembang, masih banyak permasalahan yang dihadapi terutama sektor pertanian, terutama masalah kemiskinan, rendahnya produktivitas, rendahnya SDM, masih lemahya posisi tawar petani, ketidakadaannya kelembagaan yang mendukung usaha tani pelaku pertanian, dan masih kurangnya atau lemahnya sistem pasar komoditi produk pertanian, dan kurang diserapnya hasil komoditi dengan baik akibat infrastruktur yang masih kurang memadai.
Permasalahan ini tentunya, menjadi kendala sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh pengambil kebijakan. Sehingga dengan demikian diharapkan nantinya sektor pertanian mampu menjadi penggerak perekonomian di pedesaan dan negara.
Pertanian/Agribisnis di Negara Maju
Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, bahkan Malaysia dan Thailand yang secara tradisional menguasai agribisnis internasional, dimasa yang akan datang akan menguasai sektor agroindustri, walaupun disatu sisi akan menghadapi permasalahan yakni kesulitan untuk mengembangkan agribisnis, karena kesulitan dalam hal lahan pertanian.
Berbeda dengan masa sebelumnya, dewasa ini dan masa yang akan datang, preferensi konsumen produk agribisnis yang kita hadapi sangat berbeda dan sedang mengalami perubahaan secara fundamental. Negara-negara maju, dari masa yang lalu sudah melihat bagaimana potensi pertanian dalam perekonomian mereka. Keunggulan daya saing ditentukan oleh kemampuan mendayagunakan keunggulan komparatif yang dimiliki mulai dari hulu sampai hilir, dalam menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan preferensi konsumen. Artinya, pendayagunaan keunggulan sisi penawaran ditujukan untuk memenuhi keinginan konsumen.
Bagi Indonesia, dimana sumberdaya alam merupakan keunggulan komparatifnya, maka sudah sepantasnya jika pembangunan nasional didasarkan pada pengelolaan sumberdaya alam tersebut. Pertanian merupakan salah satu sumberdaya alam dimana Indonesia mempunyai keunggulan komparatif, disamping itu bagian terbesar penduduk Indonesia juga hidup dan bermata pencaharian di sektor tersebut, fenomena kemiskinan juga banyak terjadi di sektor pertanian..
Banyak hal yang harus kita lakukan dalam mengembangkan pertanian pada masa yang akan datang. Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utama yang menjadi prioritas dalam melakukan program apapun. Tentu hal itu tidak boleh hanya menguntungkan satu golongan saja namun diarahkan untuk mencapai pondasi yang kuat pada pembangunan nasional. Pembangunan adalah penciptaan sistem dan tata nilai yang lebih baik hingga terjadi keadilan dan tingkat kesejahteraan yang tinggi.
Orientasi pembangunan pertanian juga perlu disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi, apabila pada waktu yang lalu lebih banyak berorientsai pada pengembangan komoditas, maka kini harus lebih berorientasi pada petani. Namun demikian harus sepenuhnyadi sadari bahwa dalam menyusun kebijaksanaan pembangunan pertanian hanya memperhatikan potensi sumberdaya alam dan kepentingan produsen semata-mata, melainkan juga pengaruh dari perdagangan dunia dan kebijaksanaan pembangunan pertanian di negara mitra dagang.
Selain itu moderenisasi peralatan merupakan hal yang terpenting untuk meningkatkan dan membantu para petani dalam mengelola lading agar lebih efesien dan efektif. Dengan peralatan yang baik dan modern hasil yang diharapkan akan tercapai. Selain itu pemerintah juga harus mulai mengurangi impor produk hasil pertanian dari luar negeri.
.  Bila Negara kita di bidang pertaniannya ingin lebih maju di tahun yang akan datang, pemerintah khususnya presiden juga harus lebih selektif dalam memilih menteri pertanian, yang diantarnya memiliki kriteria sebagai berikut :
Kriteria Menteri Pertanian Indonesia
  1. Berlatar belakang pendidikan pertanian serta menguasai ilmu pertanian terapan dan teknis.
  2. Berani turun secara langsung kelapangan melihat kondisi permasalahan pertanian di Indonesia.
  3. Mampu menjadikan pertanian sebagai leading sector perekonomian bangsa.
  4. Bersedia berkomunikasi dan bekerjasama serta mengikutsertakan petani, mahasiswa, institusi, dan instansi pertanian dalam pengambilan kebijakan.
  5. Membuat dan mampu mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada upaya pembangunan pertanian dan kepentingan petani.
  6. Berpengalaman dan berdedikasi di bidang pertanian.
  7. Memiliki track record yang baik (tidak pernah terlibat kasus hukum).
  8. Loyal terhadap pemerintah dan NKRI.
  9. Mewujudkan program wilayah bebas korupsi (wbk) di Departemen Pertanian.
  10. Berani bertindak cepat dan tepat dalam mengambil keputusan untuk kemajuan pertanian Indonesia.
  11. Mampu mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia pada tahun 2014.
  12. Berani membuat program peningkatan kesejahteraan untuk petani.
  13. Berani membuat kebijakan bersama dengan Departemen Pendidikan Nasional agar dunia pendidikan pertanian lebih diperhatikan dan maju.
Saran
            Indonesia bila ingin menjadi kekuatan dunia dalam bidang pertanian seharusnya pemerintah mampu mengatur pembangunan  dan program kerjanya secara baik dan terarah serta berimbang (balance) tidak hanya pada sektor industri tetapi juga kebidang lain seperti pertanian. Selain itu bila bidang pertanian dikelola secara baik,  tingkat pengangguran juga dapat  dikurangi dan terserap pada bidang ini. Sehingga beban Negara pada masalah kemiskinan dimasa depan dapat dikurangi secara bertahap.

Rudi Fitrianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar