Selasa, 26 Mei 2015

Juwita malam




Di tengah gelapnya malam
Dan terangnya rembulan
Hujan turun dengan membawa seribu  impian
Lolongan anjing malam yang membawa kepedihan
PENULIS
Kudengar kabar sang pujaan
Sedang menghadapi cobaan
Menuntut ilmu di negeri sebrang
Entah mengapa sekarang senyumnya hilang?
Adakah kekasih pujaannya datang?
Oh juwita malam,
Di negeri sebrang..
Dengarlah harapan dan sapaan dari tuan
Selamat berjuang selamat menggapai impian..
Janganlah air matamu jatuh berlinang ..
Demi sebuah kebahagiaan di masa depan ..

Karya : RUDI FITRIANTO 2015

Rabu, 22 April 2015

#RefleksiDiri : Seberkas Pelangi di Jalan Kenanga

Sayup - sayup Gemercik air mengalir,
Burung  - burung riang menyambut pagi,
Berderet para ibu mencuci baju,

Dengan senyum kusapa mereka dari kamar jendela ,
Kulihat begitu letihnya mereka,
Dari bola matanya terlihat jelas,
Beban hidup yang sungguh berat,


Pagi ia datang untuk mencuci pakaian - pakaian,
Siang ia harus mengais rezeki untuk menambah penghasilan,

Ya tuhan,
Mudahkanlah mereka...

Tetapi,
Penulis
Kulihat ada seberkas pelangi yang merona,
Dalam lekuk senyumnya yang tulus,
Saat mereka tertawa lepas,



Dengan canda ,
Setiap pagi mereka datang,
Untuk mencuci baju baju mereka di parit kecil nan jernih,


Kadang,
Aku bergumam dalam sunyi,
Begitu banyak waktu yang tlah kusia siakan,
Kadang juga aku lalai mengucap syukur padaMu,

Ya Tuhan...
Maafkan hamba..

Jalan kenanga yang kucinta,
Terimakasih atas banyak kenangan yang kau berikan,
Tentang persahabatan, kesederhanaan dan kasih sayang,

Aku berharap kelak,
Aku bisa mengunjungimu,
Dengan senyum tulus para ibu,
Dan gemercik air yang mengalir..

Karya : Rudi Fitrianto

Rabu, 01 April 2015

Untuk Tambatan Hati

Aku tahu yang ada di dalam hatimu,
Aku tahu kisah manis masa lalumu,
Aku tahu seberkas luka yang pernah kau alami,

Jikalau kau mau dan Tuhan mengizinkan,
Berilah aku kesempatan,
Untuk mengisi masa depanmu,

Memang benar ucapanmu,
Bahwa masa depan adalah rahasia sang Ilahi,
Tapi hati ini berkata,
Penulis
Kau adalah mentari,
Teruslah bersinar sampai datangnya waktu nanti..

Karya: Rudi Fitrianto, 2015

Senin, 23 Maret 2015

#Refleksi Diri : Cinta dan Benci


Ya, cinta adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan manusia. Dengan cinta kita dapat melihat dunia seakan penuh pelangi dan indah. Cinta juga dapat menjadikan yang pahit menjadi manis, susah menjadi  mudah. Itulah sebuah Power of Love.
Tetapi kadang cinta yang sangat berlebihan akan membuat kita dapat melupakan segala hal yang tentunya kadang kurang baik dan tidak memberi manfaat bagi kita.
Ilustrasi
Begitu pula kecintaan kita pada seseorang seakan dialah yang paling sempurna. Tidak ada yang bisa menyaingi kecantikan atau ketampanannya.

Disisi lain kita juga harus ingat, benci juga ada kaitannaya dengan cinta yang tumbuh dalam diri kita. Tidak semuanya kebencian lahir karena alamiah. Benci karena cinta akan menimbulkan kerisauan pada hati. Selain itu, benci juga akan mengakibatkan pikiran negatif kita memuncak. Jika hal itu tidak dapat dikendalikan maka akan menimbulkan musibah besar yang tentunya merugikan diri kita sendiri dan orang lain.

Ya, itu gambaran sedikit tentang cinta dan benci tentang hal keduniawian.

Sebagai manusia yang beriman seharusnya kita mempunyai cinta yang melebihi apapun yang ada di dunia ini. Cinta kepada siapa ? Dan bagaimana caranya? Mencintai sang Pencipta, Allah SWT dan Rasul-Nya. Dengan cara mengamalkan segala perintahnya. Dan membenci ( red : menjauhi ) seluruh larangannya. Itulah hakekat cinta sejati di dunia ini. Cinta pada manusia dan keduniawian akan membawa kita kepada kekecewaan. Tetapi kecintaan kita pada Allah SWT akan menghantarkan kita pada Jannah ( surga ).

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat !

Salam

Rudi Fitrianto


Rabu, 18 Maret 2015

Kue Tar ke - 21

Karya : Rudi Fitrianto

Terimakasih Tuhan,
Kau hantarkan aku di usia ke 21 tahun,
Bahagia, suka, dan duka telah ku lalui..

Terimakasih ayah bunda,
Kau pahlawanku dan pelita dalam kegelapan,
Kau semangatku dalam mengarungi jalan kehidupan yang penuh duri rintangan,

Terimakasih kawan,
Kau setia menemani langkahku,
Dalam potret kehidupan remaja,
Romantisme cinta yang tengah menggoda,

Terimakasih Matahariku,
Di sana ,kau selalu menyemangati setiap jalan hidupku,
Teruslah bersamaku,
Bersama rajut masa depan berdua.


Ya, Tuhan,
Tuntunlah hamba kedepan menjadi insane- Mu yang lebih baik,
Meraih Ridho-Mu,
Mengarungi Kehidupan di Jalan-Mu.

Dan Bantulah aku,
Meraih semua harapan dan cita - citaku,.

Kue tar ke - 21.
Kaulah lambang mulainya usia dewasaku,
Lilin kecil dan bara api yang menyinarimu adalah Tiang semangat dan jiwa optimisku dalam meraih angan dan cita - citaku

Rudi Fitrianto, 17 Maret 2015

AMELIA

Karya : Rudi Fitrianto

Teduh dan cerah pagi ini,
Seberkas tetes embun pagi membasahi bumi

Ilustrasi
Burung Camar bercanda riang,
Bocah kecil berkejaran dibawah pohon trembesi nan rindang

Sungguh manis senyum gadis itu,
Senyum yang mengembang ,
Memberikan kesejukan pada hati yang gersang,

Amelia kau yang dirindukan pujangga malam,
Pesona keanggunanmu semerbak bunga mawar yang bermekaran

Amelia, kau gadis desa nan ayu,
Andai kau tahu perasaanku,
Yang sudah kupendam jauh

Tapi kini kau pupuskan semua,
Pengharapan dan Mimpi yang ku bangun,
Dari hatiku,
Ku doakan,
Semoga kau bahagia kelak bersama pendamping hidupmu.

Senin, 02 Maret 2015

Kesunyiaan Malam

Di kesunyiaan malam kota ini,
Kutermenung menatap indahnya Rembulan,
Bulat utuh Penuh Makna

Sinarnya terpantul jatuh
Menyinari pepohonan dan rerumputan

Malam ini hatiku lengang,
Menunggu kabar kasih
pujaan,
Sudah seminggu tidak ada kabar

Kasih, dimana kau gerangan ?

Karya : Rudi Fitrianto