Rabu, 22 April 2015

#RefleksiDiri : Seberkas Pelangi di Jalan Kenanga

Sayup - sayup Gemercik air mengalir,
Burung  - burung riang menyambut pagi,
Berderet para ibu mencuci baju,

Dengan senyum kusapa mereka dari kamar jendela ,
Kulihat begitu letihnya mereka,
Dari bola matanya terlihat jelas,
Beban hidup yang sungguh berat,


Pagi ia datang untuk mencuci pakaian - pakaian,
Siang ia harus mengais rezeki untuk menambah penghasilan,

Ya tuhan,
Mudahkanlah mereka...

Tetapi,
Penulis
Kulihat ada seberkas pelangi yang merona,
Dalam lekuk senyumnya yang tulus,
Saat mereka tertawa lepas,



Dengan canda ,
Setiap pagi mereka datang,
Untuk mencuci baju baju mereka di parit kecil nan jernih,


Kadang,
Aku bergumam dalam sunyi,
Begitu banyak waktu yang tlah kusia siakan,
Kadang juga aku lalai mengucap syukur padaMu,

Ya Tuhan...
Maafkan hamba..

Jalan kenanga yang kucinta,
Terimakasih atas banyak kenangan yang kau berikan,
Tentang persahabatan, kesederhanaan dan kasih sayang,

Aku berharap kelak,
Aku bisa mengunjungimu,
Dengan senyum tulus para ibu,
Dan gemercik air yang mengalir..

Karya : Rudi Fitrianto

Rabu, 01 April 2015

Untuk Tambatan Hati

Aku tahu yang ada di dalam hatimu,
Aku tahu kisah manis masa lalumu,
Aku tahu seberkas luka yang pernah kau alami,

Jikalau kau mau dan Tuhan mengizinkan,
Berilah aku kesempatan,
Untuk mengisi masa depanmu,

Memang benar ucapanmu,
Bahwa masa depan adalah rahasia sang Ilahi,
Tapi hati ini berkata,
Penulis
Kau adalah mentari,
Teruslah bersinar sampai datangnya waktu nanti..

Karya: Rudi Fitrianto, 2015